Selasa, 16 Februari 2016

KEKECEWAAN TERHADAP SITUS INPUT KRS UAJY

      

      Saat saya memilih untuk masuk di UAJY, saya merasa bahwa pilihan saya adalah pilihan yang sangat tepat. Awalnya saya merasa semuanya sangat sempurna, proses belajar mengajarnya yang menyenangkan, teman-teman yang saling bahu-membahu dan fasilatas yang sangat memadai.


    Namun sekarang pandangan saya terhadap UAJY mulai kurang simpatik. Mengapa? saya benar-benar sangat kesal dengan sistem penginputan KRS yang menurut saya sangat tidak adil. saya sebutkan tidak adil karena mahasiswa yang pada angkatannya memiliki NPM(nomor pokok mahasiswa) di tengah-tengah atau di akhir akan selalu mendapatkan kelas dengan dosen yang killer, untung-untung mendapatkan kelas, NPM akhir selalu mengalami juga namanya kehabisan kelas sehingga mahasiswa harus merefisi, mendaftar kelas bayangan, datang lagi ke refisi akbar (refisi untuk mahasiswa yang mendaftar kelas bayangan) yang di adakan pada hari setelah penjadwalan KRS selesai. --silahkan bayangkan betapa ribetnya--


      Hal terakhir yang benar-benar membuat saya sangat kesal adalah pada proses penginputan KRS yang tidak memisahkan mata kuliah untuk kelas reguler dan kelas internasional sehingga memungkinkan kita akan salah dalam mengambil kelas, apalagi pasti mahasiswa akan sangat terburu-buru dalam menginput KRS, asal lihat ada kelas yg kosong langsung di klik saking terburu-burunya karena waktu yang disediakan juga tidak terlalu lama sehingga tidak ada waktu untuk melihat ini matakuliah kelas internasional atau bukan, karena kode matakuliahnya pun sama.


     Setelah input KRS, dapat kelas kita senang-senang dong, secara sudah dapat kelas (walaupun dengan dosen killer). Nah pulang deh lo mimpi indah. And then............ selidik punya selidik kamu salah input, kamu kelas reguler tetapi mendaftar di kelas internasional. Pasti yang terlinas di pikiran kalian, gampanglah nanti waktu kuliah bisa komplein ke prodi minta di batalin. --hmmmmmm jangan terlalu berharap-- . Biar kamu nangis darah di kaprodi pun tidak bakal di batalin tuh kelas, jadi itu sudah menjadi tanggung jawabmu. yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah UAJY rugi untuk membatalkan kelas yang salah di ambil??? apakah UAJY akan gulung tikar jika tidak menerima uang Rp.390.000 ? (3X RP.130.000 -- 1 SKS = Rp.130.000), hanya tinggal membatalkan apakah susah???
ya terserahlah, intinya saya sangat kecewa dengan salah satu sistem yang ada di UAJY.